Archive for » 2009 «
Oleh : Reynard J. Setiadi
kulari ke kulkas, ketemu telur
kulari ke dapur, ketemu nasi putih
benci.. benci aku dengan nasi putih
aku ingin ke pasar, ke pasar lagi
trus beli dada ayem buat dimakan
pecahkan saja telurnya biar ramai!
biar menyatu sampai rata!
piring, gelas dan mangkoknya jangan, itu bukan punya gw
tambahkan saja merica!
jangan lupa garam secukupnya..
kenapa tak panaskan saja telurnya!
biar matang!
atau aku harus pakai margarin?!
lalu dicampur…
ada apa dengan telur?
dan aku akan kembali dalam satu menit
untuk mempertanyakan kembali kematangannya
bukan untukmu, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin telur dadar!
itu saja.. tambah dada ayam sih..
makanan datang atas nama lapar
lapar pergi karena kenyang
atas kalori ditutupi karbo protein lemak
satu kalori terhembus adalah energi
karbo, protein, dan lemak tercampur
dalam piring terpenuhkan
perut ini adalah tandu
Duduk saja…maka akan kita bawa semua
Karena mereka adalah satu
nasi tanpa dada ayam bagaikan bumi tanpa matahari
nasi tanpa telur dadar bagaikan malam tanpa bintang
perut ini terus mencari……..
mencari sejumlah nasi……..
otot ini terus menunggu
menunggu suplai protein
Kalau mau makan, makanlah
kalau tidak mau makan, ya sudah
jangan makan yang tidak-tidak
Nard4Reynard
Natal identik dengan Santa Claus, hadiah, kaos kaki merah yang diisiin permen. Padahal itu semua tidak ada hubungannya dengan apa yang dirayakan. Semua orang merayakan ini, percaya atau tidak. Kemaren, di GRII kemayoran, datang seorang Ibu memakai jilbab, masuk dengan beberapa polisi tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Tiba-tiba dia masuk, dan semua orang mulai bisik-bisik melihat dia. Ternyata, dia juga ingin mengucapkan selamat Natal. Dia bilang syalom dan asalamulaikum bersamaan.
Dia adalah Ibu Walikota Jakarta Pusat. Aneh juga ya, baru pertama kali sejak gw terjun ke bumi, gereja dimasuki orang berjilbab pada hari Natal. Atau jangan-jangan, pihak gereja emang sengaja mengatur rencana itu biar orang-orang gak tau, trus orang-orang terkejut. Skeptis.
Kebaktian di gereja kemarin biasa aja. Inti kotbahnya selalu sama, pada setiap kegiatan kita harus ingat bahwa kita ini dicipta oleh Tuhan. Setiap natal selalu ditekankan, natal itu bukan tentang santa claus blablabla, tapi prakteknya tetep.
Trus apa bedanya santa claus dengan pelacur? Pelacur di kbbi online memag disebut sebagai wanita yang menjual diri. Lacur sendiri mempunyai dua makna, malang, dan buruk laku. Pelacur sendiri harusnya ada dua makna. Guru Bahasa Indonesia gw dulu pernah bilang, pelacur itu adalah orang yang menyalahgunakan sesuatu. Jadi menurut gw, gak salah kalo santa claus derajatnya lebih hina dari pelacur.
Awalnya emang Santa Claus itu dari seorang pastor. Tapi Santa Claus yang kita kenal sekarang itu bukan pastor. Itu aja penampilannya udah berbeda dari si Santo Nikolas. Santa Claus itu udah didandani oleh Amerika Serikat menjadi brand bisnis. Buat pebisnis, hari Natal bisa jadi hari panen bagi mereka. Ditambah lagi hari Natal itu dekat dengan tahun baru. Ditambah lagi, Santa Claus datang sekali dalam setahun, gimana gak kangen coba?
Santa Claus is BUSINESS!
Lalu, ke mana gw kemarin? Paginya, gw diajak untuk bikin sureprise di rumah temen. Rencananya mau bikin surprise, tapi digagalkan oleh sang bokapnya, yang kasih tau kalo kita dateng. -_- Harusnya kita balik lagi aja tuh, kan surprisenya udah ketauan.
Setelah itu, harusnya lagi, kita langsung ke Senayan City, tapi gw gak mau ikut, soalnya kemaren jadwal saya cukup padat.
Kalau mau dipaksa sih bisa, tapi gw harus mengorbankan jadwal workout gw. BIG NO NO. Walaupun gak jadi ditraktir makan, sorenya ternyata gw dan keluarga jalan dulu ke Grand Indonesia, buat ambil tiket nonton GRATIS!
Gw kira kita dateng ke kebaktian yang jem empat, eh gak taunya yang jem tujuh. Tiket sukses diambil dengan dilayani oleh customer service yang selalu melihat ke mata gw. Buset, gw berasa dihipnotis. Trus, langsung deh ke Gramedia, buat ketemu sama keluarga gw. Di Grand Indonesia gw banyak nanya sama orang, andaikan Grand Indonesia itu tutup dan gak ada orang, mungkin gw bakal nyasar selamanya di situ. Sampai di Gramedia, ketemu deh sama keluarga yang gw gak benci. Mampir dulu ke yoghurt yang iklannya sehat. Gw cheating diet dikit deh, gak ada 10 sendok kecil koq.
Trus, kita langsung tancep ke GRII kemayoran, dan JEGER! Rame banget, kaya antri BLT. Akhirnya kita bisa masuk, dan tentunya kebaktian ditutup dengan nyalain lilin dan bernyanyi We Wish You A Merry Christmas.
This is Christmas, for weak and strong, for rich and poor, for black and white, for yellow and red
Nard4Reynard





