Tag-Archive for » kromosom «

Homoseksual Bukanlah Pilihan

Saya akan mengungkapkan fakta dibalik homoseksual. Ini bukan berarti saya adalah seorang homoseksual. Bukan berarti juga saya membela kaum homoseksual. Di sini saya hanya mengungkapkan fakta sesungguhnya dibalik homoseksual, karena kebetulan saya sedang membaca buku yang menyinggung hal ini.

Homoseksual bisa terjadi karena seseorang mempunyai cara berpikir yang bertolak belakang dengan jenis kelamin yang dimilikinya. Pada saat manusia dikandung, mereka semua sebenarnya mempunyai badan perempuan. Makanya, laki-laki mempunyai banyak ciri-ciri yang sama dengan perempuan seperti puting. Penentuan jenis kelamin manusia tergantung oleh kromosomnya. Laki-laki mempunyai kromosom xy, perempuan xx. Begitu kromosom sudah didapat, hormon menjalankan fungsinya untuk membentuk alat kelamin. Setelah alat kelamin terbentuk, sisanya digunakan untuk merendam otaknya. Jika laki-laki yang kekurangan hormon testosteron pada otaknya, mereka akan mempunyai otak perempuan.

Sebenarnya otak yang perempuan seperti ini bukan penentu gay atau tidaknya seseorang. Ada dua macam pusat pengendalian yang penting dalam hal ini. Pusat pengendalian perilaku dan pusat pengendalian ketertarikan. Pada kasus orang gay (pria yang tertarik dengan pria), pusat pengendalian ketertarikan mereka tidak mempunyai hormon testosteron yang cukup. Kondisi ini membuat pria tadi cenderung menyukai pria, walaupun dia sendiri memiliki tubuh pria. Jika ada kasus orang yang pusat pengendalian perilakunya yang defisit hormon testosteron, maka sifat laki-laki itu akan menjadi seperti wanita. Akan tetapi, orang-orang seperti ini belum tentu merupakan homoseksual.

Hal yang sama berlaku dengan perempuan. Jika pusat pengendalian ketertarikannya kelebihan testosteron, maka dia akan tertarik dengan sesama perempuan. Jika pusat pengendalian perilakunya kelebihan testosteron, maka perilaku perempuan itu akan mirip seperti pria, namun belum tentu dia itu seorang homoseksual.

Setelah membaca penjelasan di atas, kita tau bahwa homoseksual itu bukan pilihan. Itu hanya sifat alamiah dari struktur biologisnya. Coba bila kita yang heteroseksual terjebak dalam tubuh seperti itu? Siapa yang bisa disalahkan? Tidak ada! Artikel ini semoga saja bisa membuat kita semua mengerti akan perbedaan yang ada pada masyarakat yang heterogen ini. Homoseksual atau heteroseksual, sama saja, sama-sama manusia. Sama-sama manusia yang bisa mengendalikan dirinya! Sesulit apa pun, manusia bukanlah binatang, yang hanya diperbudak oleh naluri dan hormon dalam tubuh. Kita mempunyai sesuatu yang membedakan kita dari binatang. Binatang dan manusia sebenarnya sangat mirip secara struktur biologisnya.

Hal yang lebih penting lagi untuk dicermati adalah, penentu seseorang homoseksual atau bukan itu adalah pusat pengendalian ketertarikannya, tidak ada yang lain. Fakta pentingnya adalah, kita tidak bisa memilih bahwa kita homoseksual, heteroseksual, atau trans-seksual. Fakta emasnya adalah, kita bisa membatasi perubahan selama kita membatasi pikiran kita. Fakta platinumnya adalah hanya binatang yang berperilaku tanpa pikiran dan hati.

The important thing is we must tell the truth with honesty

Nard4Reynard

  • Share/Bookmark
  • Congratulation! You are the ... Visitor!

    Website Counter


  • Kontak Reynard

    Bodyspace

    Flixster

    Goodreads

    Last.fm

    Twitter

    Youtube

    Lainnya, E-MAIL ke nard4reynard [at] binusian.org

  • free counters

  • Categories